Prestasi TOKI pada Singapore NOI 2017

Singapore National Olympiad in Informatics (NOI) adalah kompetisi pemrograman tahunan paling bergengsi di Singapura untuk jenjang SMP/SMA, yang juga digunakan untuk seleksi tim Singapura menuju International Olympiad in Informatics (IOI). Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa NOI ini sebenarnya mirip seperti OSN di Indonesia, namun hanya untuk bidang Informatika. Setelah berhasil mengundang beberapa negara tetangga untuk menjadi peserta tamu pada NOI tahun lalu, kali ini Singapura kembali mengundang beberapa negara tetangga untuk menjadi peserta tamu pada NOI ke-20 tahun ini. Negara-negara tetangga yang diundang pada NOI ini adalah Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Vietnam.

Foto tim Indonesia setelah pengumuman hasil NOI dan pembagian sertifikat. Dari kiri ke kanan : Brian Marshal (IA-TOKI), Prabowo (SC TOKI), Agus Sentosa Hermawan (SC TOKI), Bapak Yudhi Purwananto (Pembina TOKI), Kwee Lung Sin, Sergio Vieri, Steven Wijaya, Kezia Sulami, Yehezkiel Raymundo Theodores, Febriananda Wida Pramudita, Jonathan Irvin Gunawan (SC TOKI), Muhammad Rais Fathin Mudzakir (SC TOKI)

Foto tim Indonesia setelah pengumuman hasil NOI dan pembagian sertifikat. Dari kiri ke kanan : Brian Marshal (IA-TOKI), Prabowo (SC TOKI), Agus Sentosa Hermawan (SC TOKI), Bapak Yudhi Purwananto (Pembina TOKI), Kwee Lung Sin, Sergio Vieri, Steven Wijaya, Kezia Sulami, Yehezkiel Raymundo Theodores, Febriananda Wida Pramudita, Jonathan Irvin Gunawan (SC TOKI), Muhammad Rais Fathin Mudzakir (SC TOKI)

Seperti pada tahun sebelumnya, kesempatan ini adalah kesempatan yang dapat kita manfaatkan dengan baik untuk mengukur kemampuan tim Indonesia dibandingkan dengan tim dari negara lain untuk persiapan IOI 2017 nanti. Namun, hal yang berbeda adalah kali ini seluruh tim (termasuk tim Indonesia) hanya diperbolehkan untuk mengirim paling banyak 6 orang untuk menjadi peserta tamu pada NOI ini. Karenanya, TOKI mengirimkan 4 orang yang mendapatkan peringkat terbaik pada Pelatnas 2 TOKI 2017 yang baru saja selesai, dan dua orang veteran yang mengikuti IOI 2016 dan masih bisa mengikuti IOI 2017. Tim ini didampingi oleh Bapak Yudhi Purwananto (Pembina TOKI dari ITS) dan Brian Marshal (alumni TOKI 2007).

Pada hari Sabtu, 18 Maret 2017, seluruh peserta resmi dan peserta tamu pun bertanding pada NOI 2017. Terdapat 5 soal menantang yang harus diselesaikan dalam 5 jam. Seluruh peserta tamu pun juga bisa mendapatkan medali. Medali yang didapatkan oleh peserta tamu adalah medali ekuivalen yang didapatkan oleh seorang peserta resmi jika mendapatkan nilai yang sama dengan peserta tamu tersebut. Dengan perjuangan yang besar dari 6 peserta perwakilan Indonesia, semua peserta kita berhasil mendapatkan medali pada kompetisi ini, dengan penyebaran sebagai berikut :

  1. Steven Wijaya : Medali emas
  2. Yehezkiel Raymundo Theodores : Medali emas
  3. Sergio Vieri : Medali emas
  4. Kezia Sulami : Medali perak
  5. Febriananda Wida Pramudita : Medali perak
  6. Kwee Lung Sin : Medali Perak

Dengan demikian, tim Indonesia berhasil memperoleh 3 medali emas dan 3 medali perak. Selamat kepada seluruh peserta. Hasil ini tentunya merupakan awal yang baik sebagai pemanasan para peserta kita untuk menghadapi kompetisi-kompetisi yang lebih besar kedepannya.

Namun, hasil ini sebenarnya merupakan penurunan dari hasil tahun sebelumnya, yang mana kita memperoleh 5 medali emas, 3 medali perak, dan 1 medali perunggu. Harus diakui bahwa persaingan tahun ini memang lebih ketat dengan tingkat kesulitan beberapa soal yang lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hasil ini menunjukan bahwa masih banyak hal yang dapat diperbaiki untuk persiapan yang lebih matang menuju IOI 2017 nantinya. Marilah kita doakan agar Tim Olimpiade Komputer Indonesia dapat meraih prestasi yang maksimal pada kompetisi-kompetisi kedepannya.

Viva TOKI

Go Get Golds

Ditulis oleh : Jonathan Irvin Gunawan

Revisi : Fauzan Joko